Kalau semua yang kita punya ga pernah ‘diambil’, walau cuman sesekali, satu satu. Kita ga bakal nemu titik dimana bersyukur adalah the one & only choice
-
2012-08-30
-
Lirik : How Could You ~ The Triangle
For all the things that we said,
For all the lies that we pledged.
For all the very best days,
How could you do this to me?
The things we did to stay sane,
The walks we had in the rain,
The places we used to hate,
How could you do this to me?
Oh well, look at me now,
I’m falling to pieces.
I don’t know what to do now,
I’m lost within this fire.
For all the love that we shared,
For all the times that we bled,
For all the paths we walked down,
How could you do this to me?
Your laughter under the stars,
The times you slept in my car,
The people we made fun of,
How could you do this to me?
Oh, look at me now,
I’m falling to pieces.
I don’t know what to do now,
I’m lost within this fire.
-
Kata orang, jika begitu menginginkan akan bertemu..
Bagaimana aku harus menginginkan untuk menemukanmu?
Aku takut..
Takut tidak akan menemukanmu selamanya..— ~Linimasaku
-
Otak dan Hati
- Otak : Hati, Aku tidak bisa menjangkau kamu. beritahukan YM kamu, Aku mau bicara sama kamu
- Hati : Maaf, Aku sedang sibuk menyiapkan diriku untuknya. Hubungi lagi aku nanti.
- Otak : Ini tentang dia, Perasaanku tidak menentu saat ini
- Hati : Maafkan aku, Perasaan? Hei itu milik aku! Kemana perginya logikamu?
- Otak : Aku tidak bisa menggunakannya! Jika kamu tetap tak mendengarkanku, Aku akan hilang. Mari bicara.
- Hati : Aku SIBUK. TINGGALKAN AKU SENDIRI!
- ______________
- ______________
- Hati : Otak.... Aku sedang tidak sibuk sekarang. Tempat ini masih tetap kosong. Dia tak pernah ingin datang kesini. Apakah kamu disana?
- Hati di kepala : Ya, saya disini.
-
How Could You - The Traingle, OST Perahu Kertas d(^^)b
-
Banyak yang tidak mengerti lalu terluka dan saling menyalahkan. Karena itu, aku takut bicara tentang hati.
— Kugy Alisa Nugroho ‘Karmachameleon’
-
Pedih adalah memejamkan mata, menangis tanpa suara, tak terlihat siapa-siapa, dan membiarkannya mengering tanpa usaha. Lebih pedih lagi mengucek mata perlahan, berharap air mata tidak tumpah, lalu membalikkan badan dan tersenyum pada dunia.





